Sumber informasi tepercaya berisi berita kegiatan, artikel edukasi, dan analisis isu strategis yang relevan dengan perkembangan terkini.
Sidoarjo - Pada tahun 2024, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) secara resmi menerapkan Sistem Standar Pengendalian Internal (SPI) yang digunakan sebagai media pembelajaran praktik bagi mahasiswa melalui kerja sama dengan PT. Syncore Indonesia. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk memperkuat tata kelola organisasi di lingkungan kampus, tetapi juga melibatkan mahasiswa akuntansi melalui praktek pembuatan SPI, penyusunan invoice, dan pengelolaan password. Adanya SPI menjadi solusi untuk meningkatkan akuntabilitas, transparansi, serta efektivitas pengelolaan internal. Selain itu, juga untuk memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa dalam memahami dan mengaplikasikan audit internal. SPI merupakan instrumen pengawasan yang berfungsi memastikan seluruh proses kerja berjalan sesuai prosedur serta terhindar dari penyimpangan. Melalui penerapan sistem ini, UMSIDA berupaya membangun budaya kerja yang disiplin dan berbasis kontrol. Langkah tersebut juga mencerminkan komitmen universitas dalam memenuhi standar tata kelola perguruan tinggi yang profesional. Sistem SPI yang dikembangkan oleh PT. Syncore Indonesia dilengkapi dengan fitur terintegrasi berbasis web untuk mempermudah pelaksanaan audit internal. Melalui sistem ini, mahasiswa dapat menggunakan sistem ini untuk mengelola dokumen pemeriksaan secara digital, menyesuaikan akses sesuai peran, dan mendapatkan rekomendasi otomatis dari sistem berdasarkan hasil analisis risiko. Dengan ini mekanisme pengawasan dapat dilakukan secara lebih terukur dan efisien. Kegiatan ini menekankan pentingnya pemahaman menyeluruh mengenai konsep dan penerapan SPI. Melalui kegiatan pembelajaran ini, peserta diharapkan mampu memahami alur, prinsip, serta peran SPI dalam meningkatkan tata kelola dan akuntabilitas lembaga.Kegiatan pembelajaran ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan pemahaman sivitas akademik mengenai pentingnya sistem pengendalian internal. Melalui kegiatan tersebut, peserta memperoleh wawasan tentang prinsip, manfaat, dan penerapan SPI sebagai bagian dari tata kelola organisasi yang baik.Dengan dukungan teknologi dari PT. Syncore Indonesia, kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami penerapan SPI secara komprehensif. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu mengenali pentingnya integritas, transparansi, dan profesionalisme dalam pengelolaan organisasi. Pembelajaran mengenai SPI juga menjadi bekal berharga bagi mahasiswa untuk menghadapi dunia kerja yang menuntut akuntabilitas dan tata kelola yang modern.
Surabaya — Universitas Trunojoyo Madura bekerja sama dengan Talenta Hub Indonesia menyelenggarakan Training of Trainers (TOT) Pendamping BUM Desa Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM 2022) pada 12–13 Agustus 2022 di Hotel Kampi, Surabaya. Kegiatan ini diikuti oleh 20 dosen dari Program Studi Agribisnis Universitas Trunojoyo dan bertujuan memberikan wawasan kepada peserta mengenai potensi desa, kelayakan usaha, serta tata kelola Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) yang efektif, efisien, dan akuntabel.Selama dua hari pelaksanaan, peserta mendapatkan pembelajaran yang dibagi dalam dua sesi utama dengan fokus materi yang berbeda. Pada hari pertama, peserta mendalami Filosofi dan Revitalisasi BUM Desa Pasca Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2021, Tata Kelola Manajemen BUM Desa, serta Penyusunan Rencana Usaha dan Studi Kelayakan. Materi ini berpedoman pada Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2021 tentang Badan Usaha Milik Desa, yang mengatur pendaftaran badan hukum, tata kelola, dan pertanggungjawaban BUM Desa.Materi disampaikan oleh Bapak Fandi Galang Wicaksana, Ibu Yanni Setiyadiningrat, dan Ibu Adelia Sulistyani dari Talenta Hub Indonesia. Materi yang dibahas meliputi strategi penguatan kelembagaan, penyusunan dokumen dasar seperti Anggaran Dasar atau Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) dan Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP), hingga pentingnya digitalisasi dalam pengelolaan usaha desa. Peserta juga diperkenalkan dengan penggunaan Business Model Canvas (BMC) untuk memetakan potensi desa serta merancang model bisnis yang realistis dan berkelanjutan.Pada hari kedua, kegiatan difokuskan pada materi Tata Kelola Keuangan BUM Desa yang disampaikan oleh Ibu R. Ayu Riska Norcamalia. Peserta mempelajari enam siklus utama pengelolaan keuangan, yakni perencanaan, penganggaran, penatausahaan, pelaporan, pertanggungjawaban, dan evaluasi. Peserta dilatih menyusun Laporan Realisasi Anggaran (LRA), laporan laba rugi, serta laporan posisi keuangan sesuai format yang ditetapkan dalam regulasi tersebut.Sebagai mitra pelaksana, Talenta Hub Indonesia berperan dalam memberikan pendampingan teknis dan fasilitasi diskusi selama kegiatan berlangsung. Melalui pengalaman luas dalam tata kelola keuangan dan kelembagaan publik, Syncore menghadirkan insight strategis yang memperkuat pemahaman peserta tentang praktik akuntabilitas, efisiensi, dan digitalisasi dalam pengelolaan BUM Desa. Pendampingan ini menjadi bagian dari komitmen Syncore untuk memperkuat kapasitas akademisi dan mendorong transformasi tata kelola desa menuju kemandirian ekonomi.Kegiatan TOT Pendamping BUM Desa Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM 2022) Universitas Trunojoyo Madura menjadi langkah konkret dalam membangun sinergi antara dunia akademik dan praktik pemberdayaan desa. Melalui pelatihan ini, dosen diharapkan mampu berperan aktif dalam pengembangan BUM Desa yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memberikan manfaat sosial bagi masyarakat desa.Kolaborasi antara Universitas Trunojoyo dan Talenta Hub Indonesia mencerminkan semangat bersama dalam mewujudkan tata kelola BUM Desa yang profesional, transparan, dan berkelanjutan. Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata bahwa penguatan kapasitas pendamping desa merupakan kunci utama menuju desa mandiri dan berdaya saing.
Yogyakarta – Dalam upaya memperkuat tata kelola keuangan daerah berbasis Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), Pemerintah Kota Surakarta melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) bekerja sama dengan Talenta Hub Indonesia menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Pengelolaan Keuangan BLUD pada 14 hingga 18 Oktober 2023. Kegiatan ini dilaksanakan dalam dua tahap dengan lokasi berbeda, melibatkan aparatur pengelola keuangan dari berbagai instansi di lingkungan Pemerintah Kota Surakarta, dengan tujuan memperkuat kompetensi aparatur dalam mewujudkan tata kelola keuangan daerah yang transparan, akuntabel, dan profesional. Tahap pertama pelatihan digelar pada Sabtu, 14 Oktober 2023, di Hotel Rich Yogyakarta dan diikuti oleh 16 peserta dari BPKAD Kota Surakarta. Pada sesi ini, hadir narasumber Siti Nur Maryanti, S.E., CAAT, yang memberikan pendampingan intensif terkait implementasi pola pengelolaan keuangan BLUD. Materi yang disampaikan meliputi perencanaan anggaran, penatausahaan keuangan, serta integrasi pelaporan keuangan daerah.Pelatihan ini bertujuan memperkuat peran BPKAD sebagai pembina keuangan bagi seluruh BLUD UPTD di Kota Surakarta. Dalam sesi ini juga dibahas penguatan mekanisme konsolidasi laporan BLUD yang selama ini masih dilakukan secara manual agar dapat beralih menuju sistem yang terintegrasi.Tahap kedua pelatihan dilaksanakan pada 16–18 Oktober 2023 di Hotel Swiss-Belinn Purwosari, Surakarta, dan diikuti oleh 50 peserta yang berasal dari Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Litbangda) Kota Surakarta dan berbagai instansi BLUD UPT, yaitu UPT Puskesmas, RSUD Bung Karno, RSUD Fatmawati, UPT Transportasi, dan Solo Technopark. Pada tahap ini, peserta memperoleh pendampingan teknis mengenai implementasi pola keuangan BLUD secara menyeluruh, mulai dari penyusunan Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA), mekanisme alur keuangan, hingga penyusunan laporan keuangan berbasis BLUD.Sistem digital Syncore e-BLUD turut digunakan sebagai alat bantu untuk memudahkan proses pencatatan, penganggaran, dan pelaporan keuangan, sehingga mempercepat transisi dari sistem manual menuju tata kelola keuangan yang lebih efisien dan transparan. Melalui rangkaian kegiatan ini, terbangun sinergi antara BPKAD dan BLUD UPT dalam memperkuat tata kelola keuangan daerah berbasis kinerja dan digitalisasi. Kegiatan ini menjadi langkah strategis Pemerintah Kota Surakarta dalam memastikan seluruh BLUD dapat menyusun laporan keuangan secara mandiri, akurat, dan terintegrasi.Setelah mengikuti pelatihan ini, diharapkan seluruh peserta mampu menerapkan pola pengelolaan keuangan BLUD secara optimal, dengan pemahaman yang utuh terhadap prinsip transparansi, akuntabilitas, serta efisiensi keuangan daerah. Melalui pendampingan ini, Talenta Hub Indonesia berkomitmen terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong penerapan tata kelola keuangan BLUD yang profesional, berorientasi hasil, dan berdampak langsung pada peningkatan kualitas pelayanan publik.
Talenta Hub Indonesia terus memperkuat perannya dalam pengembangan pendidikan vokasi melalui Pelatihan Leadership dan Entrepreneurship Mahasiswa di Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan (Polipangkep). Pelatihan ini dilaksanakan pada tanggal 03 hingga 04 Oktober 2023 dan menjadi bentuk komitmen Talenta Hub Indonesia dalam mendukung kampus vokasi mencetak lulusan yang berjiwa pemimpin dan bermental wirausaha. Kegiatan yang diikuti oleh tiga puluh mahasiswa Program Studi Administrasi Bisnis Internasional ini dilaksanakan secara offline selama dua hari. Melalui kegiatan tersebut, Talenta Hub Indonesia berfokus membangun kepercayaan diri, kreativitas, serta kemampuan mahasiswa dalam menyusun rencana usaha. Kegiatan ini merupakan bagian dari Competitive Fund Vokasi yang menekankan penguatan soft skill kepemimpinan dan kewirausahaan.Menurut Khatami Angga Kusumah, Konsultan Talenta Hub Indonesia, Pelatihan Leadership ini dirancang secara interaktif agar peserta dapat memahami konsep kepemimpinan secara praktis. “Kami menggunakan metode storytelling dan ice breaking agar mahasiswa lebih aktif dan nyaman belajar. Harapannya, semangat Entrepreneurship Mahasiswa bisa tumbuh lebih kuat,” jelasnya.Dosen Polipangkep, Wiwiek Hidayati, S.E., M.Si, menyampaikan bahwa kolaborasi ini membawa dampak positif bagi kampus. “Kerja sama dengan Talenta Hub Indonesia membantu kami mengintegrasikan pelatihan berbasis praktik langsung ke dalam kurikulum. Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tapi juga mengasah kemampuan memimpin dan berinovasi dalam bisnis,” ujarnya.Selain Pelatihan Leadership, peserta juga dibekali sesi praktik penyusunan Business Model Canvas dan pengelolaan keuangan. Dua mahasiswa dengan usaha aktif ditargetkan untuk memperoleh hak cipta sebagai bentuk apresiasi terhadap ide bisnis mereka. Kegiatan ini juga menjadi ajang untuk memperkuat jejaring kampus dengan dunia industri melalui pendampingan berkelanjutan dari Talenta Hub Indonesia.Meski sempat terkendala, pelatihan tetap berjalan kondusif berkat koordinasi intensif antara pihak kampus dan tim Talenta Hub Indonesia. Dengan pendekatan praktis dan dukungan penuh dari para fasilitator, kegiatan ini sukses menumbuhkan semangat kepemimpinan dan kewirausahaan di kalangan mahasiswa vokasi.“Leadership itu universal. Jadi pelatihan seperti ini bisa diterapkan di berbagai bidang, tidak hanya bisnis,” tutur Bapak Rivaldi, Konsultan Talenta Hub Indonesia. Ia berharap, semangat Entrepreneurship Mahasiswa terus dikembangkan agar menjadi budaya di lingkungan pendidikan vokasi. Dengan kolaborasi antara Polipangkep dan Talenta Hub Indonesia, kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen bersama untuk mencetak generasi muda yang adaptif, kreatif, dan siap menjadi penggerak ekonomi di masa depan.
Cilegon - Pemerintah Kota Cilegon melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menyelenggarakan Pelatihan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK BLUD) bagi Unit Pelaksana Teknis Daerah Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (UPTD TPSA) Bagendung pada 22 Mei 2024. Pelatihan ini merupakan bagian dari program Indonesia Sustainable Waste Management Project (ISWMP) dengan dukungan Technical Assistance - Improving Performance and Capacity for Implementation (TA-IPCI), bekerja sama dengan Syncore Indonesia yang diwakili oleh Bapak Niza Wibyana Tito selaku Tenaga Ahli Ekonomi dalam TA-IPCI.Berbeda dari sejumlah daerah lain yang masih dalam tahap persiapan menuju BLUD, Kota Cilegon telah memperoleh Surat Keputusan (SK) Penetapan BLUD. Karena itu, pelatihan ini berfokus pada pemanfaatan fleksibilitas yang diberikan dalam pengelolaan keuangan BLUD dan dengan langkah-langkah praktis untuk mengoptimalkan implementasi sistem keuangan tersebut. Tujuannya adalah untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan keuangan dan memperkuat orientasi pelayanan publik di sektor pengelolaan sampah. Peserta pelatihan terdiri dari atas perwakilan lintas perangkat daerah, termasuk pimpinan dan jajaran DLH, pimpinan dan jajaran UPTD TPSA Bagendung, serta unsur lain dari lingkungan Pemerintah Kota Cilegon. Materi yang disampaikan oleh Bapak Niza Wibyana Tito, Tenaga Ahli Ekonomi dari Syncore Indonesia dalam program TA-IPCI, mencakup pemahaman ruang fleksibilitas BLUD, pentingnya penerbitan Peraturan Kepala Daerah (Perkada) sebagai dasar hukum pengelolaan keuangan, serta langkah-langkah teknis dalam penyusunan Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA), penatausahaan, dan pelaporan keuangan. Selain itu, peserta juga mempelajari studi kasus penerapan BLUD di sektor persampahan dari daerah lain sebagai referensi praktik baik.Pelatihan dilaksanakan secara tatap muka dengan metode ceramah interaktif, diskusi, dan tanya jawab. Pendekatan berbasis kasus (case-based learning) digunakan agar peserta dapat memahami penerapan fleksibilitas BLUD dalam konteks nyata tanpa mengabaikan prinsip akuntabilitas.Menurut Putri, selaku tim dari Syncore Indonesia, tantangan utama dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah perbedaan pemahaman antar-stakeholder dan kesiapan sumber daya manusia (SDM) terhadap sistem keuangan baru. Untuk menjawab hal itu, Bapak Niza Tito memberikan penjelasan mendalam mengenai dasar hukum dan prinsip akuntabilitas BLUD, sekaligus memandu peserta menyusun peta langkah implementasi yang sesuai dengan kondisi kelembagaan di Cilegon. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan UPTD TPSA Bagendung dapat semakin siap mengelola keuangannya secara lebih profesional, transparan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas layanan publik di bidang pengelolaan sampah.
Talenta Hub Indonesia bersama Pemerintah Kota Surakarta melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) melaksanakan pelatihan Pola Pengelolaan Keuangan (PPK) Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) bagi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Wisata pada Senin, 5 Mei 2025 di Ruang Rapat Museum Keris Surakarta. Kegiatan ini dihadiri 25 peserta dari UPT Wisata, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, UPT Museum, serta BPKAD. Tujuannya adalah meningkatkan pemahaman teknis pengelolaan keuangan BLUD agar lebih akuntabel, transparan, dan sesuai regulasi.Pada sesi awal, Pembicara dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Surakarta memaparkan fleksibilitas BLUD sesuai dasar hukum, mulai dari UU 23/2014 tentang Pemerintah Daerah, PP 23/2005 tentang Pengelolaan Badan Layanan Umum (BLU), hingga Permendagri 79/2018 tentang BLUD. Beliau menekankan bahwa fleksibilitas BLUD mencakup pengelolaan pendapatan, belanja, tarif, Sumber Daya Manusia, kerja sama, hingga investasi. Tim BPKAD juga menambahkan penjelasan teknis mengenai pelaporan keuangan, termasuk pencatatan transaksi, penyusunan jurnal, buku besar, serta rencana audit eksternal oleh Kantor Akuntan Publik (KAP).Talenta Hub Indonesia menjadi mitra strategis yang memberikan pendampingan komprehensif. Tim Talenta Hub Indonesia menyampaikan roadmap pembentukan dan penguatan BLUD, penyusunan Rencana Bisnis Anggaran (RBA), tata kelola akuntansi, hingga mekanisme pengeluaran dan pelaporan keuangan. Selain materi, Talenta Hub Indonesia juga memperkenalkan demo sistem E-BLUD, yang dirancang untuk mempermudah penatausahaan penerimaan, pengeluaran, serta penyusunan laporan secara lebih efisien.Pendekatan yang dibawakan Talenta Hub Indonesia menekankan praktik langsung, sehingga peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikan sistem dalam operasional harian. Dengan pengalaman mendampingi ratusan BLUD, di berbagai daerah, Talenta Hub Indonesia memberi nilai tambah melalui solusi yang relevan dengan kebutuhan lapangan.Kepala UPT Wisata, Pembicara, menyampaikan bahwa pelatihan ini sangat membantu karena unit kerja baru mulai menerapkan BLUD pada 2025. Peserta menilai materi Talenta Hub Indonesia mudah dipahami, praktis, dan menjawab kendala teknis yang selama ini dihadapi, terutama dalam penyusunan anggaran, penginputan data, dan penatausahaan keuangan.Melalui pelatihan ini, Talenta Hub Indonesia menegaskan kredibilitasnya sebagai konsultan terpercaya dalam penguatan tata kelola BLUD. Dengan metode aplikatif, solusi berbasis teknologi, dan pengalaman luas, Talenta Hub Indonesia berkomitmen mendampingi pemerintah daerah mewujudkan tata kelola keuangan yang modern, transparan, dan berkelanjutan.
TalentaUpskiling - Dalam era transformasi digital, pekembangan teknologi telah banyak mengubah skema bisnis dalam sebuah perusahaan. Perusahaan yang awalnya menerapkan model pemasaran dengan skema konvensional, kini telah beralih ke platform digital seperti website, media sosial, mesin pencari, dan email untuk memasarkan produk - produknya. Disebabkan oleh hal ini, maka kini muncul berbagai profesi baru berhubungan dengan pemasaran digital. Salah satu profesi baru yang muncul berkaitan dengan pemasaran digital adalah digital marketing. Penasaran ngga sih, apa itu profesi digital marketing? Daripada penasaran, yukk kita mengenal lebih dekat terkait dengan profesi digital marketing di bawah ini:Pengertian Profesi Digital MarketingDigital marketing adalah profesi yang berfokus pada kegiatan pemasaran dengan memanfaatkan media dan teknologi digital. Profesi ini bertujuan untuk membantu bisnis menjangkau target pasar secara lebih luas, cepat, dan terukur melalui platform seperti website, media sosial, mesin pencari, email, dan berbagai kanal digital lainnya. Digital marketing menjadi elemen penting dalam strategi bisnis modern karena mampu menyesuaikan pendekatan pemasaran dengan perilaku konsumen di era digital.Peran dan Tanggung Jawab Digital MarketingSeorang digital marketer bertanggung jawab dalam merancang, mengelola, dan mengevaluasi strategi pemasaran digital sesuai dengan tujuan perusahaan. Tugasnya seorang digital marketer meliputi pengelolaan konten digital, optimalisasi performa website, pengelolaan iklan online, serta analisis data kampanye pemasaran. Dengan pendekatan berbasis data, digital marketer dapat mengukur efektivitas strategi dan melakukan perbaikan secara berkelanjutan.Ragam Spesialisasi dalam Digital MarketingProfesi digital marketing terdiri dari berbagai spesialisasi yang saling melengkapi, seperti social media specialist, SEO specialist, content writer atau content creator, digital advertising specialist, dan marketing data analyst. Setiap spesialisasi memiliki fokus kerja yang berbeda, namun semuanya memiliki tujuan yang sama, yakni untuk meningkatkan visibilitas brand, menarik minat konsumen, dan mendorong penjualan melalui kanal digital.Keterampilan yang DibutuhkanUntuk menjadi digital marketer yang kompeten, diperlukan kombinasi keterampilan teknis dan non teknis terkait dengan pemasaran digital. Keterampilan teknis meliputi pemahaman SEO, pengelolaan iklan digital, analisis data, dan penggunaan berbagai tools digital marketing. Sementara itu, keterampilan non teknis seperti kreativitas, komunikasi, kemampuan berpikir strategis, dan adaptasi terhadap perubahan tren juga sangat dibutuhkan.Nah, setelah mengenal lebih dekat terkait profesi digital marketing untuk menyiapkan kalian menjadi seorang digital marketer, kalian dapat mengikuti Pelatihan Kerja untuk Digital Marketing yang disediakan oleh Talenta Hub Indonesia melalui Program Talenta Upskiling. Talenta Upskiling merupakan program yang dirancang oleh Talenta Hub Indonesia untuk pengembangan kompetensi para pencari kerja ataupun tenaga kerja agar lebih siap bersaing untuk memasuki dunia kerja.
TalentaUpskiling - Pelatihan dan Sertifikasi Certified Associate Accounting Technician (CAAT) merupakan program pengembangan kompetensi yang ditujukan bagi individu yang ingin meningkatkan kemampuan profesional di bidang akuntansi. Program Pelatihan dan Sertifikasi CAAT dirancang untuk membekali seseorang dengan berbagai kompetensi yang dibutuhkan dalam menjalankan fungsi teknis akuntansi pada dunia kerja. Dengan mengikuti pelatihan dan sertifikasi CAAT, tentunya akan memberikan banyak manfaat baik bagi seorang individu ataupun organisasi. Berikut Tiga manfaat mengikuti Program Pelatihan dan Sertifikasi CAAT bagi organisasi:1. Mengurangi Risiko Kecurangan Keuangan OrganisasiManfaat pertama yang dapat diperoleh dari mengikuti pelatihan dan sertifikasi CAAT adalah membantu dalam mengurangi risiko kecurangan keuangan dalam sebuah organisasi. Kecurangan keuangan adalah tindakan penyimpangan ataupun pelanggaran yang dilakukan secara sengaja dalam pengelolaan keuangan organisasi dengan tujuan memperoleh keuntungan pribadi atau kelompok tertentu, yang dapat merugikan organisasi. Beberapa bentuk kecurangan keuangan dalam sebuah organisasi diantaranya adalah : Manipulasi laporan keuangan, penyalahgunaan aset, penggelapan dana, pemalsuan dokumen keuangan, hingga penyajian informasi keuangan yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.Dengan mengikuti pelatihan dan sertifikasi CAAT tentunya dapat membantu mengurangi risiko-risiko kecurangan tersebut. Hal ini disebabkan karena seseorang yang telah mengikuti pelatihan dan sertifikasi CAAT akan dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan untuk mengenali indikasi kecurangan sejak dini. Dengan adannya kemampuan tersebut tentunya akan membuat membuat seseorang dapat mengambil langkah pencegahan yang tepat apabila menemukan adannya kecurangan keuangan dalam sebuah organisasi sehingga potensi penyimpangan dapat diminimalkan dan sistem keuangan menjadi kembali aman serta transparan.2. Meningkatkan Kepatuhan terhadap RegulasiManfaat kedua yang dapat diperoleh dari mengikuti pelatihan dan sertifikasi CAAT adalah membantu meningkatkan kepatuhan individu ataupun organisasi terhadap regulasi keuangan yang berlaku. Regulasi keuangan merupakan seperangkat aturan ataupun kebijakan yang mengatur pengelolaan, pencatatan, pelaporan, serta pengawasan keuangan dalam suatu organisasi ataupun lembaga. Regulasi keuangan bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh aktivitas keuangan dilakukan secara tertib, transparan, akuntabel, dan sesuai dengan standar serta peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dengan mengikuti pelatihan dan sertifikasi CAAT tentunya akan membantu meningkatkan kepatuhan seseorang terhadap regulasi keuangan yang berlaku. Hal ini dikarenakan dengan mengikuti pelatihan dan sertifikasi CAAT, seseorang akan dibekali pemahaman mengenai aturan, standar, hingga ketentuan akuntansi serta keuangan yang harus dipatuhi untuk saat ini. Dengan adannya pemahaman yang mendalam terkait dengan regulasi tersebut, tentunya akan membuat seseorang/seorang akuntan selalu memastikan bahwa seluruh proses pencatatan dan pelaporan keuangan telah sesuai dengan regulasi sehingga mengurangi risiko pelanggaran administrasi maupun hukum.3. Meningkatkan Kredibilitas Organisasi dalam Bidang Pengelolaan KeuanganManfaat ketiga yang dapat diperoleh dari mengikuti pelatihan dan sertifikasi CAAT adalah membantu meningkatkan kredibilitas organisasi dalam bidang pengelolaan keuangan. Kredibilitas organisasi adalah tingkat kepercayaan dan penilaian positif yang diberikan oleh pemangku kepentingan terhadap sebuah organisasi berdasarkan integritas, profesionalisme, transparansi, dan konsistensi kinerjanya. Kredibilitas organisasi terbentuk dari kemampuan organisasi dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara jujur, akuntabel, serta sesuai dengan aturan yang berlaku. Dengan mengikuti pelatihan dan sertifikasi CAAT tentunya akan dapat membantu seseorang untuk meningkatkan kredibilitas organisasinya. Hal ini dikarenakan, seseorang yang telah mengikuti pelatihan dan sertifikasi CAAT tentunya akan memiliki bekal intuk menyusun laporan keuangan secara cermat Laporan keuangan yang disusun secara akurat dan dapat dipercaya menjadi dasar penting dalam membangun kepercayaan publik. Kredibilitas yang baik akan memperkuat reputasi organisasi serta mendukung keberlanjutan dan pengambilan keputusan strategis yang lebih tepat.Nah itu dia, tiga manfaat mengikuti sertifikasi Certified Associate Accounting Technician (CAAT). Akhir kata, jika kalian ingin mengikuti sertifikasi CAAT dan menjadi seorang teknisi akutansi yang lebih profesional, kalian dapat mengambil Sertifikasi ini di Talenta Hub Indonesia dengan mengikuti Program Talenta Upskiling. Talenta Upskiling merupakan program yang dirancang oleh Talenta Hub Indonesia untuk pengembangan kompetensi para pencari kerja ataupun tenaga kerja agar lebih siap bersaing untuk memasuki dunia kerja.
TalentaUpskiling - Di era persaingan kerja yang semakin ketat, kematangan kompetensi teknis merupakan salah satu hal yang perlu dipersiapkan oleh para pencari kerja. Salah satu cara untuk membuktikan kematangan kompetensi teknis adalah melalui program sertifikasi. Sertifikasi merupakan sebuah proses pengakuan resmi kompetensi, keterampilan, ataupun pengetahuan seseorang dalam bidang tertentu oleh lembaga yang berwenang. Salah satu sertifikasi yang banyak dibutuhkan di era saat ini adalah program sertifikasi terkait dengan Teknisi Akutansi (Certified Associate Accounting Technician (CAAT)). Dibawah ini adalah penjelasan mengenai sertifikasi Teknisi Akutansi (Certified Associate Accounting Technician (CAAT)): Pengertian Sertifikasi Certified Associate Accounting Technician (CAAT)Sertifikasi CAAT (Certified Associate Accounting Technician) merupakan sebuah sertifikasi profesional di bidang akuntansi yang dirancang untuk membekali seseorang dengan berbagai kompetensi yang dibutuhkan dalam menjalankan fungsi teknis akuntansi dalam dunia kerja. Sertifikasi ini ditujukan bagi seseorang yang ingin membuktikan kompetensi, pemahaman, hingga keterampilannya dalam bidang akuntansi pada sebuah dunia kerja. Untuk membantu seseorang dalam mendapatkan sebuah sertifikasi CAAT, biasannya akan terdapat berbagai pelatihan persiapan untuk mengambil sertifikasi ini. Dalam proses pelatihan persiapan sertifikasi ini, biasannya seseorang akan belajar terkait berbagai aspek penting dalam hal akuntansi, mulai dari pencatatan transaksi keuangan, pengelolaan buku besar, penyusunan laporan keuangan sederhana, hingga pemahaman terhadap siklus akuntansi. Dengan adannya berbagai hal yang dipelajari dalam kelas pelatihan ini tentunya akan semakin mempersiapkan seseorang dalam mengambil proses sertifikasi.Pentingnya Memiliki Sertifikat CAATBagi seorang pekerja khususnya pekerja dalam bidang keuangan, memiliki sertifikat CAAT merupakan salah satu hal yang sangat penting. Hal ini dikarenakan dengan memiliki sertifikat CAAT, hal tersebut dapat menjadi bukti bahwa seseorang telah memiliki kompetensi dan pemahaman yang sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku. Sehingga karena hal tersebut, pastinya akan meningkatkan nilai kredibilitas seseorang baik di mata perusahaan, klien hingga atasan untuk seseorang yang telah bekerja ataupun menambah nilai di mata recruiter bagi para pencari kerja.Peluang Kerja Setelah Mengikuti Sertifikasi CAATDengan memiliki Sertifikat CAAT tentunya akan membuka berbagai peluang kerja di bidang akuntansi baik di perusahaan swasta, instansi pemerintah, maupun lembaga jasa keuangan. Beberapa posisi yang dapat diisi oleh pemilik sertifikat CAAT, diantarannya adalah: Staf Akuntansi, Accounting Officer, Junior Accountant, Staf Keuangan, hingga Accounting Technician. Selain membuka berbagai peluang kerja, dengan memiliki sertifikat CAAT tentunya juga akan membantu seseorang untuk dapat melanjutkan pengembangan karier nya ke janjang yang lebih tinggi dalam bidang akuntansi. Nah itu dia, sedikit penjelasan terkait dengan sertifikasi Certified Associate Accounting Technician (CAAT). Akhir kata, jika kalian ingin mengikuti sertifikasi CAAT dan menjadi seorang teknisi akutansi yang lebih profesional, kalian dapat mengambil Sertifikasi ini di Talenta Hub Indonesia dengan mengikuti Program Talenta Upskiling. Talenta Upskiling merupakan program yang dirancang oleh Talenta Hub Indonesia untuk pengembangan kompetensi para pencari kerja ataupun tenaga kerja agar lebih siap bersaing untuk memasuki dunia kerja.
TalentaBridging - Magang atau internship merupakan kegiatan pembelajaran yang dilakukan seseorang dalam sebuah perusahaan, lembaga ataupun organisasi untuk mendapatkan pengalaman kerja nyata dalam dunia profesional. Tujuan utama dari adannya program magang adalah untuk memberikan pengalaman kerja nyara kepada seorang mahasiswa agar mahasiswa tersebut siap dalam memasuki dunia kerja. Dalam pelaksanaannya terkadang terdapat berbagai kesalahan yang dilakukan oleh seorang mahasiswa ketika melaksanakan program magang. Berikut lima kesalahan yang sering dilakukan mahasiswa saat mengikuti program magang:1. Sering TerlambatKesalahan pertama yang seringkali dilakukan mahasiswa saat menjalankan program magang adalah sering terlambat. Kebiasaan ini terlihat sepele namun dapat memberikan dampak besar terhadap penilaian dari perusahaan terkait dengan kepribadian mahasiswa. Saat menjalani magang, mahasiswa tidak lagi berada di lingkungan kampus yang cenderung fleksibel. Dunia kerja memiliki aturan, jadwal, dan target yang harus dipatuhi. Dengan seringnya intensitas keterlambatan dari mahasiswa tenunya akan dapat menganggu alur kerja tim, menghambat proses penyelesaian tugas, serta menunjukkan kurangnya rasa tanggung jawab terhadap peran yang diberikan. Selain itu, kebiasaan terlambat juga dapat menurunkan kepercayaan atasan ataupun rekan kerja dalam lingkungan magang. Jikalau mahasiswa sering terlambat, sudah dapat dipastikan perusahaan pasti akan menjadi ragu untuk memberikan tugas penting atau kesempatan belajar yang lebih besar kepada mahasiswa tersebut. Oleh karena itu, untuk menghindari hal tersebut, mahasiswa magang perlu untuk selalu tertib dalam menjalankan magang serta selalu menjaga etika diri ketika sedang menjalankan magang.2. Menolak Mengerjakan PenugasanKesalahan kedua yang seringkali dilakukan mahasiswa saat menjalankan program magang adalah menolak mengerjakan penugasan. Magang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk dapat berhadapan secara langsung dengan lingkungan kerja yang sebenarnya. Saat mengikuti magang, mahasiswa harus selalu siap dengan berbagai tugas ataupun pekerjaan yang akan diberikan. Salah satu kesalahan yang sering dilakukan mahasiswa di titik ini adalah masih banyaknya mahasiswa yang tidak ragu untuk menolak mengerjakan suatu penugasan yang diberikan oleh atasan di tempat magang. Beberapa alasan yang sering diutarakan mahasiswa saat menolak penugasan tersebut, diantarannya adalah : Mahasiswa tidak menyukai penugasan yang diberikan, mahasiswa tidak memiliki kemampuan untuk mengerjakan pengerjaan tersebut tanpa mencoba, serta alasan- alasan lainnya. Dengan menolak berbagai penugasan dalam magang tersebut, tentunya akan sangat mempengaruhi penilaian atasan terhadap etos kerja mahasiswa/peserta magang. Atasan dalam tempat magang tentunya akan menilai bahwa peserta magang tersebut memiliki etos kerja yang buruk, pemalas serta tidak sesuai dengan budaya kerjaperusahaan sehingga karena penilaian ini tenttunya akan menutup kemungkinan mahasiswa tersebut untuk dapat bekerja di perusahaan tempatnya melakukan magang.3. Kurang KomunikasiKesalahan ketiga yang seringkali dilakukan mahasiswa saat menjalankan program magang adalah kurangnya komunikasi. Komunikasi adalah proses penyampaian dan pertukaran informasi dari satu pihak ke pihak lain, baik secara lisan, tulisan, ataupun non verbal. Kemampuan komunikasi sangat diperlukan dalam berbagai aktivitas manusia tak terkecuali dalam mengikuti sebuah program magang. Salah satu kesalahan yang umum dilakukan mahasiswa saat menjalankan program magang adalah terlalu pasif serta cenderung memiliki sifat malu bertanya ketika menghadapi suatu permasalahan dalam pengerjaan penugasan. Adannya kebiasaan ini tentunya akan sangat mempengaruhi kinerja magang mahasiswa dan dapat merugikan suatu perusahaan. Hal ini dikarenakan dengan membudayakan kebiasaan ini tentunya akan membuat mahasiswa magang banyak melakukan kesalahan yang berulang dalam mengerjakan suatu penugasannya. Lalu, akibat dari kesalahan yang terus berulang ini tentunya secara tidak langsung akan sangat merugikan suatu perusahaan baik dari segi waktu ataupun kualitas hasil pekerjaan.4. Bersikap MalasKesalahan keempat yang seringkali dilakukan mahasiswa saat menjalankan program magang adalah Bersikap Malas. Magang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk berhadapan langsung dengan lingkungan kerja yang sebenarnya. Mahasiswa akan melakukan rutinitas yang cenderung berulang selama melaksanakan magang, dan akibat dari rutinitas yang terus berulang ini secara tidak langsung akan membangun sifat malas mahasiswa. Seiring dengan berjalannya waktu magang dan karena selalu menjalankan rutinitas yang terus berulang, mahasiswa magang akan merasa telah ahli dalam melakukan rutinitas tersebut. Sehingga akibat dari sifat ini, biasannya akan membuat mahasiswa akan sering bolos pada saat magang berlangsung atau justru mencuri kesempatan untuk bermain game pada saat jam kerja magang. Akibat dari hal ini, tentunya akan membuat pekerjaan yang harusnya dikerjakan mahasiswa menjadi tertunda dan secara tidak langsung juga akan sangat merugikan perusahaan.5. Bersikap Sok TahuKesalahan kelima yang seringkali dilakukan mahasiswa saat menjalankan program magang adalah Bersikap Sok Tahu. Sikap sok tahu merupakan perilaku seseorang yang merasa ataupun mengaku mengetahui suatu hal padahal dalam kenyataannya mereka tidak memiliki pemahaman yang cukup dengan hal yang mereka utarakan tersebut. Dalam menjalankan program magang tidak jarang banyak mahasiswa yang cenderung bersikap sok tahu akan sesuatu hal karena mereka telah mendapatkan pembelajaran secara teori terkait hal tersebut dalam proses perkuliahan mereka. Akibat dari sikap sok tahu dari mahasiswa magang ini, seringkali dapat menyebabkan kerugian perusahaan ataupun dunia kerja. Hal ini dikarenakan dalam sebuah dunia kerja terdapat berbagai prosedur kerja yang perlu diikuti dalam mengerjakan sesuatu dan akibat dari sikap sok tahu mahasiswa terkadang akan banyak prosedur kerja yang terlewat dalam pengerjaan sesuatu hal. Sehingga akibat dari hal ini, akan menurunkan kualitas dari hasil pekerjaan dan pastinya akan mempengaruhi perusahaan.Nah itu dia berbagai kesalahan yang seringkali dialami mahasiswa saat magang. Akhir kata, jika kalian ingin dibimbing untuk menghindari kesalahan - kesalahan tersebut, kalian dapat mengikuti Program Talenta Bridging. Talenta Bridging merupakan program yang diracang oleh Talenta Hub Indonesia untuk membantu menjembatani mahasiswa/perguruan tinggi dengan dunia industri sekaligus membimbing mahasiswa dalam menjalankan program. Salah satu layanan dari Talenta Bridging adalam Talenta Magang
TalentaUpskilling - Di era saat ini, perkembangan dunia kerja yang semakin dinamus menuntut setiap individu untuk memiliki kompetensi yang relevan dan terus diperbarui. Seorang lulusan tidak hanya dituntut untuk mampu lulus dengan nilai yang baik, namun juga dituntut untuk memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia industri baik kompetensi teknis ataupun non teknis. Program Upskilling di Talenta Hub Indonesia hadir sebagai solusi pengembangan kompetensi untuk membantu lulusan memasuki ataupun bertahan di dunia kerja. Program ini menekankan pada penguatan hard skills dan soft skills melalui pembelajaran praktis dan pendampingan profesional. Program ini memiliki dua layanan utama yaitu : Talenta Training Siap Kerja serta Talenta Sertifikasi Siap Kerja. Terdapat beberapa alasan mengapa kalian harus mengikuti program upskilling di Talenta Hub Indonesia ini. Berikut empat alasan utama, mengapa kalian harus mengikuti program upskilling ini: 1. Rancangan Materi yang Relevan dengan Kebutuhan IndustriAlasan pertama kalian harus mengikuti program ini adalah karena program ini memiliki berbagai materi yang dirancang agar relevan dengan kebutuhan nyata dunia kerja yang terus berkembang saat ini. Dengan mengikuti program ini pastinya kalian akan mendapatkan berbagai keterampilan teknis yang aplikatif dan siap digunakan dalam dunia kerja. Hal ini dikarenakan dengan mengikuti program ini, kalian akan dibimbing dengan berbagai materi yang terus up to date dan relevan dengan kebutuhan dunia industri saat ini. Sehingga dengan adanya materi yang relevan ini tentunya akan membantu kalian agar lebih siap dalam memasuki dunia kerja. Selain dari sisi materi, program upskilling di talenta hub juga dirancang untuk membantu memperkuat kemampuan non teknis (softskills) yang dimiliki oleh individu khususnya lulusan baru agar lebih siap dalam memasuki dunia kerja. Dengan adannya peningkatan kompetensi yang cukup lengkap, dijamin ketika kalian selesai dalam mengikuti program ini, kalian akan jauh lebih siap untuk memasuki dunia kerja2. Adannya Pendampingan Mentor ProfesionalAlasan kedua, mengapa kalian harus mengikuti program ini adalah adannya pendampingan dari mentor professional dalam setiap kegiatan. Program Upskilling dilaksanakan melalui metode pembelajaran berbasis praktik, studi kasus, dan simulasi kerja yang menggambarkan kondisi dunia kerja nyata. Dengan adannya metode belajar ini tentunya akan sangat membantu kalian dalam belajar mengenai apa saja kompetensi yang dibutuhkan dalam dunia kerja saat ini. Dalam proses belajar ini tentunya kalian akan membutuhkan seseorang yang telah berpengalaman untuk membimbing kalian belajar. Untuk membantu kalian belajar, selama menjalankan program kalian akan didampingi oleh mentor profesional yang tentunya telah memiliki berbagai pengalaman di bidangnya. Adannya pendampingan ini dimaksudkan untuk memastikan agar kalian dapat memperoleh arahan yang tepat serta umpan balik yang konstruktif dalam proses pengembangan kompetensi.3. Sertifikasi dan Kesempatan Mendapatkan Informasi Pekerjaan Eksklusif Alasan ketiga, mengapa kalian harus mengikuti program ini adalah adannya sertifikasi di setiap akhir program serta adannya kesempatan dalam mendapatkan informasi pekerjaan secara ekslusif. Program Upskilling dari Talenta Hub Indonesia dirancang untuk memberikan pengakuan resmi kepada individu yang telah menyelesaikan program dalam bentuk sertifikat. Sebagai hasil dari proses pembelajaran, kalian nanti berkesempatan memperoleh sertifikat pelatihan ataupun sertifikasi kompetensi sebagai bukti penguasaan keterampilan. Sertifikat ini akan menjadi sangat penting bagi kalian, karena melalui sertifikat ini tentunya akan membuat kalian mendapatkan nilai tambah dalam proses rekrutmen maupun pengembangan karier. Lalu, untuk kalian yang belum bekerja dengan mengikuti program ini tentunya akan membantu kalian untuk mendapatkan informasi - informasi pekerjaan secara ekslusif terutama informasi pekerjaan dari mitra kerja Talenta Hub Indonesia (BLUD, BUMDES, ataupun UMKM).Nah, itu dia beberapa alasan mengapa kalian harus mengikuti Program Upskilling dari Talenta. Jadi Tunggu apa lagi, ayo segera daftar ke program ini atau kalau kalian ingin mengetahui lebih dalam terkait program ini, kalian dapat menghubungi Admin Talenta Hub di 081-903-900-800
TalentaBridging - Magang atau internship merupakan kegiatan pembelajaran yang dilakukan seseorang dalam sebuah perusahaan, lembaga ataupun organisasi untuk mendapatkan pengalaman kerja nyata dalam dunia profesional. Program magang atau internship dapat dilakukan oleh mahasiswa baik sebelum ataupun sesudah lulus dari bangku perkuliahan. Melakukan magang sebelum lulus ataupun sesudah lulus kuliah pastinya akan menghasilkan benefit yang berbeda. Berikut empat alasan penting mengapa kalian harus melakukan magang sebelum lulus dari bangku perkuliahan:1. Mengenal Lingkungan dan Budaya Kerja Secara LangsungMagang memberikan kesempatan bagi kalian untuk berhadapan langsung dengan lingkungan kerja yang sebenarnya. Berbeda dengan pembelajaran di kampus, dunia kerja memiliki budaya, ritme, dan tuntutan yang lebih dinamis. Melalui magang, kalian dapat mengamati bagaimana sebuah pekerjaan berjalan, bagaimana sebuah tim bekerja, bagaimana proses kolaborasi berlangsung, hingga bagaimana sebuah masalah diselesaikan secara profesional. Pengalaman ini tentunya akan memudahkan kaliaan untul beradaptasi dengan lebih cepat ketika nantinya kalian telah bekerja setelah lulus.2. Mendapatkan Pengalaman Kerja Nyata dan RelevanSaat melaksanakan magang nanti, kalian tentunya tidak hanya akan berperan sebagai pengamat tetapi juga akan sering dilibatkan dalam suatu proyek ataupun tugas tertentu. Dengan adannya keterlibatan ini tentunya akan membuat kalian belajar terkait dengan bagaimana bertanggung jawab terhadaap suatu pekerjaan serta mempelajari penggunaan berbagai alat dan sistem yang digunakan di perusahaan. Lalu, melalui pengalaman tersebut tentunya juga akan membantu kalian untuk memperoleh bekal awal sekaligus menjadi nilai tambah yang jarang dimiliki oleh saingan kalian dalam memasuki dunia kerja nantinya.3. Menjembatani Teori Perkuliahan dengan Praktik di IndustriMagang memberikan akan memberikan ruang bagi kalian untuk membandingkan ilmu yang dipelajari di bangku kuliah dengan praktik operasional di dunia kerja. Tidak jarang terdapat perbedaan antara teori dan realitas kerja. Dengan mengikuti magang, kalian pastinya akan dapat lebih memahami terkait kebutuhan industri saat ini, mengetahui keterampilan apa yang masih perlu dikembangkan, serta menyesuaikan kompetensi yang dimiliki agar lebih relevan dengan dunia kerja.4. Memperkuat Portofolio dan Memperluas Jaringan ProfesionalMagang dapat membantu kalian untuk memperkuat portofolion dan jaringan professional yang kalian miliki. Hal ini dikarenakan hasil pekerjaan, proyek, ataupun kontribusi kalian selama magang tentunya dapat dijadikan bukti kemampuan saat melamar kerja. Lalu, magang juga membuka peluang untuk membangun jaringan profesional dengan rekan kerja, atasan, maupun mentor. Networking yang terbangun dengan baik dapat menjadi pintu masuk untuk mendapatkan rekomendasi atau peluang kerja kalian setelah lulus.Dengan berbagai manfaat tersebut, magang sebelum lulus kuliah tentunya bukan hanya sekadar pelengkap, tetapi dapat menjadi investasi penting untuk masa depan kalian. Jika kalian ingin mengikuti magang sebelum lulus kuliah, Talenta dapat membantu mewujudkan hal tersebut melalui Program Talenta Bridging. Talenta Bridging merupakan program yang diracang oleh Talenta Hub Indonesia untuk menjembatani mahasiswa/perguruan tinggi dengan dunia industri. Salah satu layanan dari Talenta Bridging adalam Talenta Magang
Copyright, Talenta Hub Indonesia